::: ibu hamil dengan obesitas :::

Obesitas selalu berdampak buruk pada setiap orang yang mengalaminya.Begitu pun pada ibu hamil yang mengalami obesitas baik sebelum, maupun saat kehamilan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan American College of Obstetrics and Gynecology, obesitas selama kehamilan dapat membahayakan untuk sang ibu dan bayi.

Ibu hamil yang obesitas akan mudah terkena komplikasi, termasuk diabetes selama kehamilan, dan pre eclampsia atau toxemia (gangguan yang muncul saat kehamilan, dan biasanya saat usia kehamilan mencapai 20 minggu). Kelebihan berat badan pada ibu hamil akan mengakibatkan bayi lahir prematur, sulitnya proses melahirkan karena pertumbuhan atau berat badan bayi lebih besar daripada seharusnya, kesulitan bernapas, dan kerusakan pada otak.

Para ahli menyebutkan, obesitas selama kehamilan juga dapat menyebabkan efek negatif pada sang bayi saat ia dewasa nanti. Banyak dari anak-anak ini nantinya akanmengalami obesitas, baik selama masa kecilnya ataupun saat ia dewasa. Oleh karena itu disarankan para ibu hamil untuk menjaga berat badan mereka selama kehamilan.

Normalnya, kenaikan berat badan ibu hamil antara 12,5 kilogram sampai 17,5 kilogram. Dan bagi Anda yang mengalami berat badan berlebih disarankan untuk menurunkan berat badan, namun diiringi pemantauan dokter. Untuk menurunkan berat badan selama kehamilan ini Anda tidak diharuskan untuk melakukan diet keras, namun diet aman dengan pemantauan dokter kandungan Anda dan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil

Bahaya Obesitas saat Kehamilan
Kegemukan ternyata juga menjadi ancaman yang cukup serius bagi ibu hamil. Tidak hanya pada masa kehamilan, ibu yang memiliki kelebihan berat badan, kemungkinan akan mengalami masalah ketika persalinan dan pasca persalinan(Beberapa risiko yang bisa terjadi adalah: Diabetes saat kehamilan, kelainan (cacat) bawaan bagi janin (seperti spina bifida, dan lainnya), kemungkinan keguguran dan kelahiran prematur, belum lagi risiko tekanan darah tinggi saat kehamilan yang sarat komplikasi.)

Kebanyakan ibu hamil mengalami obesitas karena kelebihan makan.Mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil makan untuk dua orang menjadikan para ibu hamil makan dengan porsi berlebih.Akhirnya, terjadilah penumpukan kalori dan sisa asupan energi yang berujung pada diabetes.Mitos tersebut keliru, sebenarnya kebutuhan makan ibu hamil hanya naik rata-rata 10-15 persen.

Saat ini, kasus diabetes pada masa kehamilan (gestational diabetic) semakin meningkat.Penyebab utamanya adalah obesitas. Akibat peningkatan risiko tersebut, setiap ibu hamil diwajibkan melakukan screening kadar gula darah terutama saat usia kehamilan menginjak minggu ke 24-28.

Ibu hamil disarankan untuk mengatur berat badan agar tetap berada pada kondisi ideal.Peningkatan berat badan di trimester pertama memang relatif sedikit, tidak naik atau bahkan berkurang karena muntah-muntah. Peningkatan berat badan yang cukup pesat terjadi di trimester 2 dan 3, pada periode inilah perlu dilakukan pemantaun ekstra terhadap berat badan.

Seusai persalinan, ragam komplikasi masih menunggu.Infeksi seusai bersalin akibat banyaknya pembuluh darah si ibu hamil yang tersumbat sering terjadi.Selain itu, lemak yang berlipat-lipat pada lapisan kulit merupakan media yang kondusif untuk tumbuhnya kuman sehingga infeksi pun sangat mungkin terjadi.Risiko lainnya, plasenta yang berfungsi menyuplai oksigen menyempit karena lemak.Padahal, terhambatnya suplai oksigen dapat merusak sel-sel otak janin.Sehingga kecerdasan si kecil pun bisa jadi berkurang. Kemungkinan buruk lain, janin bisa mengalami gangguan paru-paru maupun terlahir obesitas.

Pencegahan Obesitas saat Kehamilan
Hal pertama yang dilakukan dokter adalah melakukan serangkaian tes di trimester awal.Perlu dilakukan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan pengukuran berat badan. Pemeriksaan ini diulang lagi di akhir trimester 3 untuk mengetahui apakah sang ibu berisiko terkena diabetes dan hipertensi. Selanjutnya, dilakukan pemantauan terhadap perkembangan janin dari bulan ke bulan.

Pencegahan lainnya adalah dengan cara membatasi kalori. Cara ini memang sering jadi kontraversi karena, di sisi lain, janin membutuhkan nutrisi lebih. Pengurangan kalori ditakutkan akan mengganggu perkembangan janin. Yang terpenting, komposisi makanan harus seimbang.Selain mengatur pola makan, dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik.Jalan pagi sangat baik untuk menjaga konsisi ibu tetap sehat.

Bila saat kehamilan mengalami obesitas, perlu dilakukan penanganan khusus.Sang ibu pun harus bersikap tenang karena sikap tenang sangat bermanfaat bagi perkembangan janin.Pilihlah klinik atau rumah sakit dengan fasilitas lengkap.Ini sebagai antisipasi jika ibu membutuhkan tindakan medis yang lebih kompleks.

Jadi, wanita yang mengalami obesitas sangat disarankan untuk mengubah gaya hidup dan pola dietnya, dengan tujuan mencapai batas berat badan yang lebih ideal. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran juga dipercaya akan membantu. Jika sulit untuk mencapai target, ada baiknya berkonsultasi pada dokter dan ahli nutrisi untuk mengatur pola penurunan berat badan yang tepat dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: